Riba Menurut Perspektif Islam
riba adalah mengerucut pada kelebihan dari pokok utang. Kelebihan dari pokok utang inilah yang membedakan riba dengan transaksi jual beli yang dikenal dengan ribhun atau laba.
Bagaimana perspektif islam dalam masalah Riba?
Dalam Islam, riba adalah praktik peminjaman uang dengan imbalan bunga atau keuntungan tambahan yang dihasilkan dari pinjaman tersebut, tanpa adanya pertukaran barang atau jasa yang setara. Praktik riba diharamkan dalam Islam karena dianggap tidak adil dan merugikan bagi peminjam serta melanggar prinsip-prinsip keadilan ekonomi yang diajarkan dalam agama Islam.
Para ulama dan ahli ekonomi Islam telah menjelaskan beberapa faktor yang melatarbelakangi terjadinya riba, di antaranya adalah: Sifat rakus dan tamak. Riba seringkali dilakukan oleh orang-orang yang tidak puas dengan apa yang mereka miliki dan ingin mendapatkan keuntungan yang besar dengan cara yang mudah dan cepat
Di dalam Al-Quran ada salah satu surah yang membahas mengenai hukum Riba
Dijelaskan dalam surah Ar-Rum ayat 39
QS Ar-Rum: 39:
Allah berfirman:
وَمَا آتَيْتُمْ مِنْ رِبًا لِيَرْبُوَ فِي أَمْوَالِ النَّاسِ فَلَا يَرْبُو عِنْدَ اللَّهِ ۖ وَمَا
آتَيْتُمْ مِنْ زَكَاةٍ تُرِيدُونَ وَجْهَ اللَّهِ فَأُولَٰئِكَ هُمُ الْمُضْعِفُونَ
Artinya: "Dan, sesuatu riba (tambahan) yang kamu berikan agar dia menambah pada harta manusia, maka riba itu tidak menambah pada sisi Allah. Dan apa yang kamu berikan berupa zakat yang kamu maksudkan untuk mencapai keridhaan Allah, maka (yang berbuat demikian) itulah orang-orang yang melipat gandakan (pahalanya)". (QS Al-Rum: 39).
Adapun surah Al Baqarah Ayat 275,yang menjelaskan tentang Riba
مِنَ الْمَسِّۗ ذٰلِكَ بِاَنَّهُمْ قَالُوْٓا اِنَّمَا الْبَيْعُ مِثْلُ الرِّبٰواۘ وَاَحَلَّ اللّٰهُ الْبَيْعَ وَحَرَّمَ الرِّبٰواۗ فَمَنْ جَاۤءَهٗ مَوْعِظَةٌ مِّنْ رَّبِّهٖ فَانْتَهٰى فَلَهٗ مَا سَلَفَۗ وَاَمْرُهٗٓ اِلَى اللّٰهِ ۗ وَمَنْ عَادَ فَاُولٰۤىِٕكَ اَصْحٰبُ النَّارِ ۚ هُمْ فِيْهَا خٰلِدُوْنَ
Artinya: Orang-orang yang memakan (bertransaksi dengan) riba tidak dapat berdiri, kecuali seperti orang yang berdiri sempoyongan karena kesurupan setan. Demikian itu terjadi karena mereka berkata bahwa jual beli itu sama dengan riba.
Padahal, Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba. Siapa pun yang telah sampai kepadanya peringatan dari Tuhannya (menyangkut riba), lalu dia berhenti sehingga apa yang telah diperolehnya dahulu menjadi miliknya dan urusannya (terserah) kepada Allah. Siapa yang mengulangi (transaksi riba), mereka itulah penghuni neraka. Mereka kekal di dalamnya.
Pengumpulan Tugas UTS
Nama: Muhammad Nabih Rafi Awaqon
NIM: 235221273
Kelas: AKS 2G